Posted by: Okitya | 28 August, 2009

CUTI? benda apa itu?

Cuti atau perlop menurut bahasa adalah ketidakhadiran sementara, misalnya dari tugas angkatan bersenjata. Dalam kasus itu, cuti adalah liburan. Di beberapa negara Persemakmuran (seperti Australia dan Selandia Baru), cuti adalah kepentingan karyawan yang dikenal sebagai cuti dinas panjang.

Kalo pake alkitab kita (PP nomor 24 tahun 1976 tentang Cuti PNS):

Cuti adalah keadaan tidak masuk kerja yang diijinkan dalam jangka waktu tertentu. Cuti diberikan dalam rangka usaha menjamin kesegaran jasmani dan rohani, maka kepada PNS setelah bekerja selama jangka waktu tertentu perlu diberikan cuti. Dan… Cuti adalah hak PNS, oleh sebab itu pelaksanaan cuti hanya dapat ditunda dalam jangka waktu tertentu apabila kepentingan dinas mendesak. <–kata kata ini nih… yang ambigu…

Jenis-jenis Cuti PNS

  1. Cuti Tahunan, diberikan kepada PNS yang telah bekerja sekurang-kurangnya selama 1 tahun secara terus menerus. Lamanya cuti tahunan adalah 12 hari kerja dan tidak dapat dipecah-pecah hingga jangka waktu yang kurang dari 3 hari kerja. Oiya… cuti ini belom dikurangi ama cuti bersama ya…;
  2. Cuti Besar, diberikan kepada PNS yang telah bekerja sekurang-kurangnya 6 tahun secara terus-menerus dengan lama waktu 3 bulan (termasuk cuti tahunan dalam tahun yang bersangkutan);
  3. Cuti Sakit, merupakan hak setiap PNS yang menderita sakit. PNS yang sakit selama 1 atau 2 hari harus memberitahukannya kepada atasannya paling tidak secara tertulis maupun melalui pesan perantaraan orang lain. Bagi PNS yang sakit lebih dari 2 hari sampai dengan 14 hari harus mengajukan permintaan cuti sakit secara tertulis kepada pejabat yang berwenang memberikan cuti dengan melampirkan surat keterangan dokter (baik dokter pemerintah maupun swasta); (teknis menyusul);
  4. Cuti Bersalin, diberikan bagi PNS wanita untuk persalinan pertama sampai dengan kedua dimana persalinan pertama yang dimaksud adalah persalinan pertama sejak yang bersangkutan menjadi PNS. Lamanya cuti bersalin adalah 1 bulan sebelum dan 2 bulan sesudah persalinan;
  5. Cuti Karena Alasan Penting, setiap PNS berhak atas cuti karena alasan penting untuk jangka waktu paling lama 2 bulan dimana alasan penting tersebut hendaknya ditetapkan sedemikian rupa sehingga benar-benar hanya untuk waktu yang diperlukan saja; <– ada pemotongan remun buat cuti yang satu ini… jadi biasanya para pegawai ngambilnya seperlunya aja… Potongan CAP itu 1% remun per hari… dipotong untuk CAP kayak menikah dsb; tapi… untuk CAP karena misalnya: orang tua sakit atau anak sakit… itu gak dipotong… tapi jangan disalahgunain ya alasan ini…
  6. Cuti di Luar Tanggungan Negara bukan hak PNS, diberikan kepada PNS yang telah bekerja sekurang-kurangnya 5 tahun secara terus-menerus dikarenakan alasan-alasan pribadi yang penting dan mendesak (semisal untuk mengikuti suami yang bertugas keluar negeri), cuti diluar tanggungan negara dapat diberikan paling lama 3 tahun, dan jangka waktu tersebut dapat diperpanjang paling lama 1 tahun apabila ada alasan-alasan yang penting untuk memperpanjang. <– untuk cuti jenis ini pegawai yang bersangkutan biasanya posisi-nya “sedikit” ngegantung… jadi bisa aktif kembali juga jika formasi yang dulu ditinggalkan masih ada… jadi bijak bijaklah memilihi cuti ini… -terutapa buat para djeung djeung… ye…-

Dannn…

Alhamdulillah.. tahun ini kita boleh diijinin ambil cuti buat lebaran… -bagi yang mau-… wah.. ini kan kejadian sangat langka… jadi… buat rekan rekan yang mau ngambil cuti… silakeun.. silakeun… duh.. ampe terharu…:

Dengan mempertimbangakn kutipan dari: Nota Dinas No.350/ND/X/8/2009; Jakarta 10 Agustus 2009:

“….

Cuti diluar cuti bersama lebaran untuk PNS yang ditempatkan di suatu Perwakilan BPK-RI dan Kantor Pusat dapat diberikan dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:

  1. Pemberian Cuti dilakukan dengan selektif dan memprioritaskan Pegawai Non Struktural serta kewajaran waktu cuti (misalnya 3 hari);
  2. Atasan yang memberikan cuti diwajibkan melakukan pengawasan ketat dan melaporkan pelaksanakan cuti tambahan di luar cuti bersama tersebut kepada kepala Sekretaris Jenderal BPK-RI pada kesempatan pertama;
  3. Pemberian cuti kepada pegawai tidak dapat dijadikan sebagai alasan ketidaklancaran pelaksanaan penugasan;
  4. Apabila terdapat pelanggaran disiplin atasan yang bersangkutan wajib menjatuhkan hukuman disiplin sesuai kewenangannya dan melaporkannya kepada Sekretaris Jenderal untuk dicatat salam data SDM;
  5. Pegawai yang mengambil cuti di luar cuti bersama harus menandatangani pernyataan bahwa yang bersangkutan akan masuk kerja tepat waktu setelah cuti tambahan yang diambilnya berakhir.

…”

Yahh… selamat cuti ya…!!!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: